Indikasi El Niño / La Niña

Apakah tendensi SML-nya menghangat (El Niño) atau mendingin (La Niña) dari normalnya?

Kriteria:

weak moderate strong
0,5 oC – 1 oC 1,1 oC – 1,5 oC >1,5 oC
Kondisi angin dan suhu muka laut

Kondisi angin dan suhu muka laut di Pasifik

anomali suhu muka laut Pasifik

anomali suhu muka laut Pasifik

Anomali Rata-rata suhu 300m atas muka laut positif (El-Nino) atau negatif (La Nina) pada 300m diatas samudera.

Rata-rata suhu 300m atas muka laut

Rata-rata suhu 300m atas muka laut

Apakah tendensi Suhu laut pada kedalaman Termoklin-nya lebih hangat (El Niño) atau lebih dingin (La Niña) dari normalnya?

Anomali suhu laut pada kedalaman Termoklin

Anomali suhu laut pada kedalaman Termoklin

SOI negatif <-10.0 (El Niño) sedangkan positif>10.0 (La Niña).

Rata-rata SOI 30 hari

Rata-rata SOI 30 hari

Nino 3.4 perlu diperhatikan juga

SST NINO 3.4

SST NINO 3.4

Pertimbangkan apakah angin pasat melemah (El-Nino) atau menguat (La-Nina)

Angin Pasat pada 850 mb

Angin Pasat pada 850 mb

Model dinamis dan statistik (bahan pertimbangan)
Berikut adalah model-model prakiraan bermacam institusi cuaca dunia.

model prakiraan

model prakiraan

Evaluasi Hujan Bulan Mei 2009 Kalimantan Selatan dan Prakiraan Bulan Juli 2009

I. PENGERTIAN
A. Sifat Hujan adalah perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama satu bulan dengan nilai rata-rata atau normalnya pada bulan tersebut di suatu tempat.
Sifat hujan dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu:
1) Di Atas Normal (A), jika perbandingan terhadap rata-ratanya lebih besar dari 115%
2) Normal (N), jika perbandingan terhadap rata-ratanya antara 85%-115%
3) Di Bawah Normal (B), jika perbandingan terhadap rata-ratanya lebih kecil dari 85%
B. Provisional Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan dengan periode waktu yang dapat ditentukan secara bebas dan disyaratkan minimal 10 tahun.
C. Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama 30 tahun berturut – turut yang periode waktunya dapat ditentukan secara bebas.
D. Standar Normal Curah Hujan bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada masing-masing bulan selama 30 tahun berturut – turut yang periode waktunya sudah ditetapkan, yaitu:
1) 1 Januari 1901 s/d 31 Desember 1930,
2) 1 Januari 1931 s/d 31 Desember 1960,
3) 1 Januari 1961 s/d 31 Desember 1990,
4) 1 Januari 1991 s/d 31 Desember 2020,
dan seterusnya.
E. Cuaca ekstrim, yaitu keadaan cuaca yang terjadi bila:
1) Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan yang bersangkutan di stasiun tersebut.
2) Intensitas hujan terbesar dalam 1 (satu) jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1 (satu) hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya.
3) Terjadi kecepatan angin > 45 km/jam
4) Terjadi suhu udara >35C atau <15C.
5) Terjadi kelembaban udara <40%.

II. RINGKASAN

A. Tinjauan Kondisi Dinamika Atmosfir
Perkembangan dinamika atmosfir sejak bulan Maret 2009 hingga pertengahan bulan Juni 2009 selama 3 bulan berturut-turut harga Indeks Osilasi Selatan (IOS) Maret (+8.4), April (+1.8), Mei (-5.0), dan sampai pertengahan Juni turun menjadi (-6.8). Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik Equator bagian timur (NINO 3.4) pada awal Juni 2009 tercatat +0.44 ºC, Indian Ocean Dipole tercatat +0.64 ºC, sedangkan posisi MJO terletak pada lingkaran kuadran 6 (Western Pasific), Anomali OLR pada Bujur 115º BT (sekitar +10). Beberapa bulan mendatang diperkirakan akan dipengaruhi oleh El-Nino. Suhu muka laut di wilayah perairan Kalimantan Selatan berkisar antara 29.0 ºC sampai 30.0 ºC. Sementara itu Angin Pasat bertiup dari Timur / Tenggara.
Dari kondisi dinamika atmosfer dan historis hujan maka bulan Juli 2009 diprakirakan sebagian besar wilayah Kalsel sudah memasuki Musim Kemarau. Prakiraan curah hujan berkisar antara 0 mm- 200 mm per bulan, dengan sifat hujan Normal – Dibawah Normal. Curah hujan pada awal musim kemarau umumnya bersifat lokal.
B. Evaluasi Hujan Bulan Mei 2009
1). Evaluasi Curah Hujan Bulan Mei 2009
Pada bulan Mei 2009 curah hujan di Kalimantan Selatan, sebagai berikut : 32 % curah hujan kurang dari 100 mm, 50 % curah hujan antara 101-200 mm, 16 % curah hujan antara 201-300 mm, 2 % curah hujan antara 301-400 mm, dan 0 % curah hujan diatas 400 mm.
2). Evaluasi Sifat Hujan Bulan Mei 2009
Sifat hujan bulan Mei 2009 di Kalimantan Selatan; 33 % diatas normal, 24 % normal, dan 43 % dibawah normal.
3). Evaluasi Hari Hujan Bulan Mei 2009
Jumlah hari hujan bulan Mei 2009 di Kalimantan Selatan; 59.5 % dibawah 11 hari, dan 40.5 % lebih dari atau sama dengan 11 hari.

C. Prakiraan Hujan Bulan Juli 2009
Prakiraan sifat hujan daerah Kalimantan Selatan bulan Juli 2009;
1). Bawah normal (B) mencapai 29 %
2). Antara normal sampai dibawah normal (B-N) mencapai 62 %
3). Normal (N) mencapai 2 %
4). Antara normal sampai diatas normal (N-A) mencapai 6 %
5). Diatas normal (A) mencapai 1 %
Prakiraan curah hujan bulan Juli 2009 daerah Kalimantan Selatan umumnya berkisar antara 10 mm sampai dengan 210 mm.

CH kalsel mei 2009

CH kalsel mei 2009

Prakiraan CH Juli 2009

Prakiraan CH Juli 2009

MJO dan OLR 12 Mei 2008

 

MJO 12 Mei 2008

MJO 12 Mei 2008

olr

Efek Corriolis

Efek Corriolis adalah  gerakan menyimpang suatu objek bergerak lurus apabila dilihat pada suatu referensi berputar. 

Mari kita lihat efek corriolis ini dalam Meteorologi, dalam hal ini objek bergerak yang dibahas adalah angin.

1. Ada angin bergerak lurus (dilihat dari titik angkasa yang tetap dan tidak ikut berotasi bersama bumi)

2. Rotasi bumi mengakibatkan seolah-olah angin tersebut bergerak lengkung (dilihat dari pengamat yang berada di permukaan bumi, alias turut berputar bersama bumi)

 

Efek Corriolis

Efek Corriolis

Pada gambar diatas, pada bundaran yang diatas adalah gerak objek dilihat dari titik tetap diluar bundaran. Lingkaran merah memperlihatkan titik tujuan (referensi). Pada bundaran yang dibawah memperlihatkan gerakan objek apabila dilihat dari referensi yang ikut bergerak.

 

Contoh pengaruh Efek Corriolis

Contoh pengaruh Efek Corriolis

Efek Corriolis dan gaya sentrifugal selalu muncul bersamaan sehingga kadang sulit membedakan pengaruhnya. Pada Lintang Utara efek ini membuat pusaran angin berlawanan arah jarum jam dan pada Lintang Selatan pusaran angin searah jarum jam.

 

Arah angin pada Low Pressure Area

Arah angin pada Low Pressure Area di Lintang Utara

 

Low Pressure Area pada Lintang Selatan

Low Pressure Area pada Lintang Selatan

Efek Corriolis ini tidak selalu memiliki pengaruh yang kuat. Dulu ahli Meteorologi menganggap Tornado (dan Puting Beliung dalam skala yang lebih kecil) berputar berlawanan arah jarum jam di Lintang Utara (searah jarum jam di Lintang Selatan), tetapi terbukti beberapa Tornado (1 %) berputar berlawanan arah Siklon (anticyclonic). Hal ini berkaitan dengan nilai angka Rossby Tornado yang sangat besar (≈ 103), sedangkan daerah tekanan rendah (Low Pressure Area) memiliki nilai Rossby yang rendah (≈ 0.1 – 1).

Baca Lebih Lanjut Tentang Efek Corriolis

http://en.wikipedia.org/wiki/Coriolis_effect

http://en.wikipedia.org/wiki/Rossby_number

http://www.absoluteastronomy.com/topics/Coriolis_effect

http://en.wikipedia.org/wiki/Tornado

http://en.wikipedia.org/wiki/Geostrophic_flow

http://ww2010.atmos.uiuc.edu/(Gh)/guides/mtr/fw/crls.rxml