citra awan satelit cuaca

Mei 13, 2008 at 7:09 am Tinggalkan komentar

Pendahuluan

Peramatan Awan

Peramatan awan merupakan salah satu kegiatan meteorologi sinoptik yang harus dilakukan semua stasiun meteorologi di seluruh dunia, dilakukan setiap jam dengan standar waktu UTC (Universal Mean time) dan biasa dituliskan dengan Z (Zulu Time).

Secara umum manusia melakukan peramatan awan tanpa menggunakan bantuan alat dan dengan mata telanjang langsung melakukan peramatan jumlah liputan awan , tinggi dasar awan, jenis awan, tinggi puncak awan.

Untuk keperluan lokal hal tersebut sudah mencukupi tapi adakalanya diperlukan kemampuan melihat liputan awan dengan jangkauan pandang yang lebih luas untuk menganalisa kondisi regional yang mungkin berpengaruh.

Penggunaan satelit untuk peramatan cuaca dimulai pada tanggal 1 April 1960 dengan peluncuran TIROS 1 (Television and Infra-Red Observation Satellite). Semenjak itu banyak satelit dengan kemampuan dan kenyamanan yang lebih ditingkatkan diluncurkan.

Satelit Cuaca

Satelit cuaca menyediakan citra awan real-time yang sangat berharga. Lebih penting lagi adalah kemampuannya yang mampu meliputi 70% permukaan bumi yang berupa air dimana cuma sedikit peramatan manual yang bisa dilakukan. Sebelum adanya satelit cuaca, banyak daerah yang tidak memiliki warning tentang adanya perkembangan badai. Sekarang satelit mampu menunjukkan dan secara akurat mengikuti jejak hurricanes dan typhoons saat mereka masih berada jauh di samudra.

Cara Kerja Satelit Cuaca

gambar hal2 yang mempengaruhi satelit

Gambar 1. Hal-hal yang mempengaruhi citra satelit (Sumber gambar: http://www.comet.ucar.edu/class/satmet/schmit/2.html )

Peramatan awan menggunakan satelit dipengaruhi oleh :

  • Karakteristik teleskop
  • Karakteristik detektor (signal to noise)
  • Bandwidth Komunikasi (bit depth)
  • Interval spectral (window, absorption band)
  • Waktu (daylight visible)
  • Keadaan atmosfer (T, Q, clouds)
  • Permukaan bumi (Ts, vegetation cover)

Tipe Satelit

Ada dua tipe utama satelit cuaca yaitu:

Satelit Geostationary

Satelit ini mengorbit di khatiulistiwa pada tingkat kecepatan putar yang sama dengan rotasi bumi. Mereka mengorbit pada keytinggian 36000 km diatas titik tetap di permukaan bumi. Karena posisi nya yang tetap, satelit ini mampu memonitor suatu region secara terus-menerus. Contohnya adalah GOES 9 (Geostationary Operational Environmental Satellite) yang merupakan satelit GOES terbaru dan diluncurkan pada tanggal 23 mei 1995.

Citra yang diperoleh stelit ini merupakan citra real time, artinya begitu kamera mengambil gambar maka langsung ditampilkan , sehingga memungkinkan forecaster untuk memonitor proses dari sistem cuaca yang besar seperti fronts, storms and hurricanes. Arah dan kecepatan angin juga bisa diperkirakan berdasar monitoring pergerakan awan.

Informasi lebih lanjut bisa anda dapatkan di:The GOES Project

Polar Orbiting Satellites

Satelit ini mengorbit hampir paralel dengan garis meridien bumi. Mereka melewati kutub utara dan kutub selatan bumi tiap kali revolusi bumi. Saat bumi berotasi menuju timur dibawah satelit, tiap monitor mengoperkan gambar kebarat sehingga menghasilkan gambar dengan area yang lebih besar.

Satelit polar memiliki keuntungan dalam memotret perawanan yang tepat berada dibawah mereka. Gambar satelit geostasioner untuk daerah kutub terdistorsi disebabkan sudut penglihatan satelit yang sempit kekutub. Satelit polar juga berputar pada ketinggian yang lebih rendah (kurang lebih 850 km) sehingga mampu menyediakan informasi badai dan sistem perawanan yang lebih mendetail.

Satellite Images

Bermacam citra satelit cuaca tersedia bagi para praktisi meteorologi dan bagi siapapun yang mempunyai akses internet. Citra terbaru diupdate perjam dan beberapa citra yang lalu,terutama sistem cuaca yang penting semisal badai diarsipkan. Berikut contoh sumber yang dapat diakses umum di internet pada:

Jenis citra satelit cuaca

Sesuai tujuan awal untuk membantu manusia melakukan peramatan perawanan, citra satelit terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan cara kerja dan sinar yang dipakai. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi.

Visible Satellite Image


Sample visible image
Citra ini serupa dengan seolah-olah kita mengambil potret hitam-putih dari bumi. Bagian yang terang menunjukkan dimana sinar matahari dipantulkan kembali keangkasa akibat awan dan liputan salju. Berdasarkan citra ini awan dan salju terlihat sebagai warna yang cerah dan semakin tebal awan semakin cerah warnanya. Permukaan bumiditampilkan sebagai abu-abu dan lautan nyaris mendekati hitam. Keterbatasan utama dari citra visible adalah ketersediaannya hanya pada waktu siang hari.

Satelit yang mendukung misalnya: NOAA 17dan NOAA 18: ch1=0,58-0,68 μm dan ch2=0,725-1,10μm, MTSAT-1R:ch1=0.55-0,90 μm, dan FY-2C:vis=0,5-1,05μm


Infrared Satellite Image


Sample infrared image
Citra ini berdasarkan panas radiasi. Dengan kata lain semakin hangat permukaan, semakin banyak radiasi inframerah yang terjadi. Hasilnya pada citra adalah, semakin dingin permukaan maka semakin terang dan sebaliknya semakin dingin maka semakin gelap. Pada prakteknya puncak awan akan semakin dingin sehingga terlihat sebagai warna terang dan permukaan tanah yang lebih hangat terlihat gelap. Dengan cara ini awan rendah akan terlihat abu-abu dan awan yang lebih tinggi akan terlihat lebih terang. Kerugiannya adalah sulit membedakan fog/kabut dengan daratan biasa karena suhunya yang serupa. Keuntungan utamanya adalah ketersediaannya 24 jam sehari.

Satelit yang mendukung misalnya: NOAA 17dan NOAA 18: ch4=10,3-11,3 μm dan ch2=11,5-12,5μm, MTSAT-1R:ch4=10.3-11,3 μm dan ch5:11,5-12,5μm, dan FY-2C:ir1=10,5-12,5μm


Enhanced Infrared Satellite Image


Sample enhanced infrared image
pengembangan citra satelit infra merah dengan menekankan pada area awan dan puncak awan terdingin. Karena citra inframerah bisa untuk membedakan tinggi awan,dimanfaatkan dengan menerangi bagian awan dengan warna yang lebih cerah dan beberapa warna buatan seperti dibawah ini. Tanda tebal pada atas batangan merepresentasikan 10º Celsius meningkat mulai dari 50C pada bagian kiri menuju -110C dikanan. Bagian berwarna dijelaskan sebagai:

Colors      Temps (C)      (F)
dark cyan  -32 to -43  -25 to -45  Jet stream and anvil clouds
cyan       -43 to -54  -45 to -65
light blue -54 to -60  -65 to -76  Thick jet stream clouds
dark blue  -60 to -64  -76 to -83  Strong thunderstorm tops
dark green -64 to -70  -83 to -94
green      -70 to -76  -94 to -105 Severe thunderstorm tops
brown      -76 to -81 -105 to -114 Strong Hurricane tops
yellow     -81 to -90 -114 to -130

Composite Visible-Infrared Satellite Image


Sample visible-infrared image
Dengan mengkombinasikan citra infra merah dan citra visible dicoba untuk menggabungkan keunggulan masing-masing dan menghilangkan kelemahannya. Bagian dasar adalah citra visible, kmudian ditambahkan citra inframerah (T <-32c see above) menggunakan pola strip. Dengan ini bisa didapatkan area dengan awan dingin/tinggi pada citra visible.


Composite Satellite Surface Map


Sample satellite-surface map
penumpangan peta cuaca permukaan dengan citra visible ataupun citra infra merah tergantung pada waktu (siang atau malam).


Water Vapor Satellite Image


Sample water vapor image
Ini adalah modifikasi dari citra infra merah dimana memantau kandungan uap air dari udara (kelembaban). Daerah yang lembab ditampilkan sebagai putih dan yang kering berwarna hitam.

Referensi:

http://www.goes.noaa.gov/ECIR4.html

http://satellite.landcareresearch.co.nz/noaa/

http://www.bom.gov.au/weather/satellite/

http://noaasis.noaa.gov/NOAASIS/ml/education.html

http://physics.uwstout.edu/wx/wxsat/wxsat.htm

172.19.1.1/difacs/charts/about.satpix.bmg.html (CMSS BMG)

http://www.osdpd.noaa.gov/ml/imagery/index.html

Citra awan per jam

sorry kalo ada yang salah terjemahin, maklum englishnya cuma litle-litle 1 can ;-p

About these ads

Entry filed under: iklim, komputer. Tags: , , , , .

evaluasi curah hujan kalimantan selatan april 2008 Perbandingan aplikasi screencapture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Tulisan Terakhir

Surabaya

Click for Surabaya Perak, Indonesia Forecast

Banjarmasin

Click for Banjarmasin, Indonesia Forecast

Balikpapan

suhu

Jakarta

Semarang

Denpasar

Kupang

klik

  • 48,392 klok

Top Rated

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: