Bahaya banjir di Kalsel 17 maret 2010
Maret 17, 2010 at 2:38 am miftahulmunir 2 komentar
Tulisan ini untuk mempromosikan link http://miftahulmunir.wordpress.com/cuaca-ekstrim/banjir/peta-rawan-banjir/, dimana data di update secara online tiap hari karena di link dari situs-nya NASA.
Terlihat daerah kalsel bagian tenggara (kintap, jorong dan asam-asam) berwarna merah yang menandakan rawan banjir berdasar hujan 24 jam yang lalu. Kita lihat data pendukung berikut ini:
- Prakiraan BMG untuk maret 2010 : Daerah Kalsel mayoritas beresiko banjir rendah, kecuali Jorong dan Pelaihari (Kab. Tanah Laut) dalam kategori menengah.
- Kejadian Banjir dan potensi kejadian banjir besar menurut NASA, kalsel tidak masuk dalam kategori berbahaya dalam 3 hari terakhir.
- Curah hujan di AWS Online Pelaihari 3 hari terakhir menunjukkan curah hujan yang sangat sedikit (0,2 mm dalam 3 hari)
- Kondisi dinamika atmosfer masih menunjukkan kondisi El Nino dan Dipole Mode Positif (Hujan kurang dari normal), didukung MJO yang menekan kejadian hujan , tetapi saling bertentangan dengan kondisi suhu muka laut masih hangat dan terjadinya konvergensi di atas Kalsel yang memungkinkan pertumbuhan hujan. Artinya tinggal melihat mana yang lebih dominan dalam menentukan hujan kalsel saat ini.
Besok kita evaluasi akurasi dari peta satelit NASA ini dalam memberi peringatan bahaya banjir.
Entry filed under: iklim. Tags: Banjir, citra satelit.
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed










1.
miftahulmunir | Maret 24, 2010 pukul 1:13 am
hasil evaluasi ternyata terjadi banjir di daerah kabupaten banjar dan tapin, itu pun pada hari senin. Jadi walaupun memakai teknologi tinggi tetapi masih belum bisa akurat dalam prediksinya. Setidaknya masih berguna sebagai peringatan dini akan potensi bahaya banjir.
2.
afriliantilala | Juli 21, 2010 pukul 7:33 am
ducg ,dmn’ sllu bnjr qlw gy msim ujann .
aplgi d’ibukota ,
sllu ajh , emg udh hobi’e ang betawi x yeee