Prakiraan Curah Hujan Kalsel 2008 menggunakan ANFIS

Maret 20, 2008 at 1:30 pm 52 komentar

pra

Akurasi prakiraan ini bisa dilihat di verifikasi prakiraan CH Kalsel 2007 .

Berdasar prakiraan terlihat pola CH agak kurang pada akhir tahun, mungkin harus diwaspadai nilai SOI-nya. Tapi bentuknya agak meragukan sih (biasanya kan nopember udah musim hujan), tapi gak ada salahnya waspada hujan dibawah normal pada akhir tahun.

Sekedar peringatan, prakiraan menggunakan metode berbasis time series ( ANFIS salah satunya, menggunakan jaringan syaraf buatan dan fuzzy logic) biasanya mengalami over/under forecast pada prakiraan hujan saat musim hujan .

Entry filed under: iklim. Tags: , , , .

Verifikasi Prakiraan Curah Hujan Bulanan Kalimantan Selatan 2007 RPG Tactics Favourites

52 Komentar Add your own

  • 1. ajibon  |  September 20, 2008 pukul 1:32 am

    nih gue komen pertama di blog loe

    Balas
  • 2. ratih  |  September 21, 2008 pukul 2:34 pm

    perkenalkan, saya ratih dari malang. saya berencana akan meneliti radar cuaca utk prediksi banjir. saya tertarik dg metode anfis utk peramalan hujan. apa bisa saya menghubungi bpk melalui japri? terima kasih.

    Balas
  • 3. miftahulmunir  |  September 23, 2008 pukul 3:19 am

    TO: Ratih
    Jujur saja saya kurang menguasai dasar-dasar anfis, misalnya mengapa pake 9 epoch, apa dasarnya memakai panjang masa training sekian periode, atau mengapa ada 5 matrix pada source codenya. Kami bisanya cuma memakai file m (file matlab) yang sudah ada. Saran saya mbak pelajari tentang teori fuzzy dan kecerdasan buatan (saya cuma paham teori fuzzy sedikit). Pada Matlab menyediakan overview yang bagus mengenai Anfis ini lengkap dengan dasar-dasarnya, bisa diakses dengan perintah help.

    TO Ajibon:
    Gk ngerti maksudnya hehehe…Kalo yang komen sih ud ada sebelumnya. Gimana kabarnya, katanya udah dicerai sama fadli ya?

    Balas
  • 4. ajibon  |  Oktober 11, 2008 pukul 2:23 am

    gue kenak talak 3 ama fadli…loe udah kawin?jd gak nyambung ama anfis…gue lagi nyobe pake nefprox buat pracu…lumayan buat bandingin dengan anfis.pake data refleksi radar ama curah hujan.

    Balas
  • 5. miftahulmunir  |  Oktober 15, 2008 pukul 11:34 am

    Boleh juga tuh,piye hasilnya? ANFIS dan WAVELET dalam dua tahun terakhir kurang bagus buat prakiraan di daerah Kalimantan Selatan. Mau nyoba pake CPT ntar, tapi ni belum ada waktu luang. Bayangin stasiun kelas 1 cuman 14 pegawai, semarang yang sama-sama kelas 1 katanya 35 pegawai. Ni malah lagi krisis pegawai hehe, pada pelatihan bendahara, jadinya pengamatan tinggal 3 orang, data malah tinggal aq sendiri.

    Balas
    • 6. triechan  |  Mei 30, 2009 pukul 1:33 am

      hmn…kira2 metode ANFIS bisa tidak ya digunakan untuk meramal jumlah kedatangan wisatawan?

      Balas
  • 7. amie  |  Oktober 23, 2008 pukul 3:00 am

    hallo mas munir….saya ami mw nanya2,klo memprakirakan curah hujan baiknya /bulan atau bisa /hari atau per bbrp hari?? terima kasih.

    Balas
  • 8. miftahulmunir  |  Oktober 27, 2008 pukul 4:41 am

    Tergantung keperluannya 🙂 . Misalnya transportasi memerlukan prakiraan harian, sedang perkebunan,pertanian, kehutanan, atau perencanaan pembangunan lebih memerlukan prakiraan jangka panjang. Untuk prakiraan /bulan atau prakiraan jangka panjang (iklim) lainnya metode yang digunakan adalah model statistik maupun model dinamis. Untuk prakiraan cuaca saya tidak berpengalaman tapi setahu saya mempertimbangkan kondisi dinamis atmosfer, misal jumlah awan, labilitas udara, kondisi atmosfer skala synoptic, dan sebagainya.

    Ada yang bisa ngasih penjelasan lebih baik?

    Balas
  • 9. ajibon  |  November 10, 2008 pukul 4:25 am

    kalo data synop hasilnya lumayan 75% ketepatan. cuman data radar lagi error biasa kalo pake JST paling tinggi 75 – 80% akurasi.

    Balas
  • 10. miftahulmunir  |  November 11, 2008 pukul 10:57 am

    Hehe sorry gk nyambung, kirain tu nefprox prakiraan iklim, pantesan ngebingungin kok pake radar. Gk make NWP kah?

    Balas
  • 11. yuni  |  Desember 24, 2008 pukul 10:37 am

    gini saya mau penelitian tentang penentuan curah hujan dengan fuzzy logic, tapi saya bingung metode yang paling tepat di afuzzy yang harus saya pakai itu apa ya?

    tolong dikomentari secepatnya.
    terima kasih

    Balas
    • 12. miftahulmunir  |  Desember 27, 2008 pukul 7:59 pm

      gk ada ketentuan harus make fuzzy yang mana. Di BMG menggunakan ANFIS hanya karena alasan kemudahan, sudah tersedia toolbox-nya di MATLAB. Silahkan gunakan yang mana aja

      Balas
  • 13. triechan  |  Mei 30, 2009 pukul 1:35 am

    hmn…kira2 metode ANFIS bisa tidak ya digunakan untuk meramal jumlah kedatangan wisatawan?

    Balas
    • 14. miftahulmunir  |  Juni 1, 2009 pukul 5:28 am

      Kayaknya bisa deh, apalagi wisatawan kan ada musimnya. Coba pake ARIMA, kan bisa menganalisa gelombang fouriernya.

      Balas
  • 15. sulist_sicincin  |  Juli 23, 2009 pukul 4:07 pm

    sama seperti aji bon…. anfis ataupun mavelet hanya akan cocok jika udah bener-bener ketauan type dan model iklimnya… jawa, bali atau NTT oke lah ..tapi jika Sumbar pakai itu…hancur deh forcast…. jadi untuk Sumbar pakai hubungan statistik dan unsur dinamika atmosfernya……

    Balas
    • 16. miftahulmunir  |  Juli 28, 2009 pukul 5:33 am

      @sulist: memang sih anfis, wavelet, dan tiessen juga udah almarhum disini. Statistik selalu punya rata-rata akurasi yang bagus tapi sampai sekarang saya belum nemu model yang benar-benar bagus.

      Jangankan prakiraan hujan, prakiraan el-nino aja belum ada yang bagus. Pada 7 januari 2009 hanya COLA dan NASA GMAO yang memprakirakan adanya suhu nino 3.4 melebihi 0.5. Model lainnya ( lihat Forecast SST Nino3.4
      ) gagal memprediksi.

      Balas
  • 17. lala  |  September 2, 2009 pukul 9:31 am

    saya ada tugas membuat program JST untuk peramalan. kalo untuk peramalan curah hujan, variabel input (yg mempengaruhi curah hujan) apa aja yaa.. Apa bs jika hanya berdasar time series (memamakai data historis) bs dipake meramal dan hasilnya bagus??

    Balas
    • 18. miftahulmunir  |  Oktober 5, 2009 pukul 2:31 am

      @lala:
      1. Variabel yang diperlukan banyak sekali karena hujan merupakan fungsi dari ruang dan waktu. Sebaiknya anda pelajari dulu proses pembentukan awan dan proses kondensasi awan menjadi hujan.
      2. Kalo peramalan curah hujan jangka panjang (Iklim) data time series yang biasa dipakai. Cukup bagus tapi tidak bisa memprakirakan chaos/ bias.
      Untuk peramalan curah hujan jangka pendek (cuaca) akurasinya tergantung lokasi (beda tempat beda pula variabel yang dominan)

      Balas
  • 19. ade  |  Oktober 18, 2009 pukul 7:25 am

    Kalo di di tempat mas kerja (staklim) bjb, bs ga memperoleh data historis curah hujan paling tidak 10 tahun terakhir. Untuk keperluan studi. caranya gmn

    Balas
    • 20. miftahulmunir  |  Oktober 19, 2009 pukul 3:10 am

      Cukup bawa surat pengantar dari dekan/dosen yang bersangkutan berisi data apa yang diminta dan untuk keperluan apa.

      Balas
  • 21. panji  |  Oktober 24, 2009 pukul 10:15 pm

    mas, faktor yg mempengaruhi curah hujan itu apa saja. apakah tmperatur dan kelembaban berpengaruh untuk meramalkan curah hujan

    Balas
    • 22. miftahulmunir  |  Oktober 27, 2009 pukul 3:23 am

      coba anda pelajari proses pembentukan awan dan proses perubahan awan menjadi hujan. Berikut acuan awal:
      http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan
      http://en.wikipedia.org/wiki/Weather_forecasting
      http://www.bom.gov.au/lam/Students_Teachers/lesson8.shtml
      -http://ipankreview.wordpress.com/2009/03/23/jenis-hujan-di-daerah-tropis/

      Yang perlu diperhatikan adalah hujan tergantung pada ruang dan waktu. T (temperatur) dan RH (kelembaban) tentu saja saling mempengaruhi dengan hujan. Faktor mana yang dipertimbangkan dan diabaikan tergantung pada ruang dan waktu.
      Contoh pengaruh ruang:
      – Misal di lintang tinggi sangat dipengaruhi perbedaan tekanan udara tapi di khatulistiwa perbedaan tekanan udara sangat kecil sehingga metode peramalan lintang tinggi tidak cocok digunakan di Indonesia.
      – Ada daerah lereng gunung yang tidak mendapat hujan karena hujan telah habis di lereng sebelahnya (daerah yang kering ini disebut daerah bayangan hujan)

      Contoh pengaruh waktu:
      – Daerah pantai cenderung terjadi hujan pada siang hari akibat pengaruh angin laut.
      – Hujan konvektif terjadi menjelang sore setelah mendapat pemanasan matahari yang besar di siang hari
      – Pola angin monsun berpengaruh besar pada pembentukan musim kering (Juni, Juli, Agustus) dan musim basah (Desember, Januari, Februari) pada sebagian besar wilayah Indonesia.

      Dan semakin dipelajari, semakin banyak kita ketahui faktor yang mempengaruhi hujan, semakin tahu kita bahwa banyak lagi yang belum kita ketahui dan pahami.

      Balas
  • 23. panji  |  Oktober 29, 2009 pukul 7:17 am

    mas, kalo untuk meramalkan curah hujan, menurut pengalaman mas, parameter apa aja yg dijadikan input. Trus kira2 gmn hasilnya, akuat atau tidak. Kalo ga salah, data curah hujan yg bs diramalkan adalah curah hujan bulanan ya?

    Balas
    • 24. miftahulmunir  |  November 3, 2009 pukul 8:22 am

      Kalau hujan jangka panjang (bulanan atau musiman) bisa dipakai metode statistik, jadi pake parameter historis hujan yang lalu juga bisa, ditambahkan juga dengan nilai SOI ,MDI, dan SST (suhu muka laut) sebagai pertimbangan tambahan. Akurasinya masih kurang memuaskan (coba lihat evaluasi tiap bulan pada situs http://www.klimatologibanjarbaru.com). Kita masih belum bisa memprakirakan parameter SOI ,MDI, dan SST dengan akurat, juga parameter lain yang jangka waktu terjadinya pendek tetapi bisa sangat mempengaruhi hujan misal Siklon Tropis dan Eddy (ini yang bikin prakiraan musim meleset). Jadi sekarang baru dalam tahap memprakirakan trend-nya (cenderung lebih kering atau lebih basah atau sama dengan normal).

      Kalau jangka pendek (cuaca) misal hujan besok atau 5 hari kedepan jangan memakai metode statistik. Pertimbangkan temperatur udara, temperatur muka laut, tekanan, kelembaban udara, arah angin, kecepatan angin,(di tiap lapisan udara agar diketahui labilitas udaranya), juga posisi MJO, Konvergensi angin, dan sebenarnya masih banyak lagi parameter yang dipertimbangkan. Tiap daerah berbeda karakteristiknya.

      Kalau ada pertanyaan mengapa BMKG tidak akurat dalam memprakirakan cuaca dan iklim, tidak seperti di Barat misalnya, jawabannya adalah:
      1. Belum ada institusi yang mampu akurat memprakirakan iklim wilayah lintang rendah seperti Indonesia ini (baik dari luar ataupun dalam negeri).

      Tidak percaya? Silahkan tes situs prakiraan cuaca dari luar negeri (yahoo , wunderground, dll). Apakah ada yang akurat memprakirakan hujan 9 hari kedepan? Saya yakin tidak ada.

      Untuk prakiraan iklim coba situs peneliti iklim internasional IRI
      http://portal.iri.columbia.edu/portal/server.pt
      disana mereka cuma berani memprakirakan presipitasi rata-rata 3 bulanan. Mengapa? karena presipitasi bulanan sangat acak sehingga prakiraannya diperhalus menjadi rata-rata 3 bulanan.

      2. Kita kekurangan penelitian tentang iklim. Tiap daerah berbeda karakteristik cuacanya. Karena itu orang-orang seperti anda yang mau meneliti cara memprakirakan hujan adalah bantuan besar bagi kemajuan ilmu prakiraan cuaca dan iklim di Indonesia.

      Jadi silahkan anda pake parameter yang mana saja, dan jangka waktu prakiraan yang manapun, karena metode-metode yang ada sekarang belum tentu mewakili karakteristik daerah yang anda teliti.

      Balas
  • 25. panji  |  November 6, 2009 pukul 8:44 am

    trima kasih mas atas semua ilmu dan masukannya. Kalo ada kesempatan, saya akan berkunjung ke kantor mas.
    Ke bagian mana saya bisa langsung bertemu dgn mas. Mungkin untuk konsultasi dgn mas sekalian mengajukan permohonan data historis.

    Balas
    • 26. miftahulmunir  |  November 19, 2009 pukul 3:30 am

      Silahkan. Saya di staf data dan informasi. Tapi semua pegawai bisa membantu kok.

      Balas
  • 27. mimi  |  November 8, 2009 pukul 10:37 pm

    saya mimi mau nanya sama bpk.
    kalo prediksi cuaca (yg biasa di tv apakah besok berawan, hujan atau cerah), biasanya pake apa.
    kalo pake Jaringan syaraf bisa apa ga ya..
    trus data tipe cuaca harian tsb (hujan, cerah dsb) itu apa ada recordnya di bmg??
    mohon pencerahannya..

    Balas
    • 28. miftahulmunir  |  November 19, 2009 pukul 3:35 am

      Tiap unit memiliki metode sendiri yang diyakini cocok dengan wilayah tanggung jawab mereka. Silahkan memakai JST. Tetapi kalo anda cuma memakai variabel input kondisi cuaca hujan, cerah dsb sepertinya kurang cocok untuk prakiraan cuaca. Coba menggunakan data citra satelit dan peta analisa yang disediakan http://www.bom.gov.au, misal http://www.bom.gov.au/cgi-bin/nmoc/latest.pl?IDCODE=IDD80105

      Balas
  • 29. tia  |  November 9, 2009 pukul 3:40 am

    numpang nanya. beda stasiun metereologi dgn stasiun klimatologi itu apa ya. trus klas 1, 2 dan 3 bedanya apa

    Balas
    • 30. miftahulmunir  |  November 19, 2009 pukul 3:39 am

      Klas 1 memiliki beban tanggung jawab yang lebih besar daripada klas dibawahnya. Detilnya saya juga kurang mengetahui. Anda bisa menghubungi bagian TU staklim banjarbaru untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detil.

      Balas
  • 31. mimi  |  November 19, 2009 pukul 11:06 pm

    pak munir, saya mau nanya lg
    kalau SSTdan SOI itu datanya diperoleh drmn. apakah dr BMG masing-masing wilayah? Terus apakah nilai SST dan SOI di BMG masing-masing wilayah tsb nilainya sama?
    Terima kasih penjelsannya

    Balas
    • 32. miftahulmunir  |  November 20, 2009 pukul 11:15 am

      Pada Indikasi El Niño / La Niña anda bisa melihat nilai terbaru untuk SOI dan SST pada wilayah NINO3.4.
      SOI bisa anda dapatkan di http://www.bom.gov.au, SST untuk wilayah tertentu bisa dicari pada http://www.bom.gov.au/cgi-bin/nmoc/nmoc.sat.dailyprd.pl
      SOI kan indeks beda tekanan antara darwin dan tahiti jadi cuma ada satu-satunya.
      Kalo SST ya dilihat lautan yang menjadi sumber uap air untuk daerah anda (lihat arah angin mayoritas). Jangan lupa musim hujan dan musim kemarau memiliki arah angin mayoritas yang berbeda (pelajari tentang angin monsun). Khusus untuk NINO 3.4 (dan NINO.WEST bagi ahli yang berkiblat pada jepang /JMA) adalah parameter penting yang berhubungan dengan El Nino/La Nina.

      Balas
  • 33. panji  |  November 19, 2009 pukul 11:14 pm

    o ya mas, sebelumnya apakah saya bisa memperoleh data historis curah hujan dasarian selama 20 tahun dari tempat mas. mudah2an mas bs membantu. Kalo boleh, saya pulang kampung sekalian mampir ke kantor mas..
    mohon bantuannya ya mas..

    Balas
    • 34. miftahulmunir  |  November 20, 2009 pukul 11:18 am

      Silahkan. Tetapi data-data yang ada banyak bolongnya (missing data) pada beberapa pos. Bawa surat pengantar dari yang berwenang (atasan/ dekan / dosen).

      Balas
  • 35. panji  |  November 25, 2009 pukul 6:10 am

    mas, kalo prakiraan curah hujan dasarian untuk ZOM yg ada di kalsel yg pernah dilakukan di tempat mas, biasanya akurasinya berapa persen mas?
    apakah mencapai 85%?
    soalnya saya dengar biasanya kalo hanya pake satu metode, hanya sekitar 50% saja.
    Kalo anfis sekitar berapa persen mas?

    Balas
    • 36. miftahulmunir  |  November 30, 2009 pukul 1:46 am

      Saya pribadi sebenarnya kurang setuju dengan ZOM :p , lebih suka per titik. Anfis udah gk dipake lagi karena akurasinya menyedihkan, tetapi mungkin saja ditempat anda bisa lebih akurat. Akurasinya bukan berdasar % tapi selisih berapa dasarian dari yang diprakirakan. Alhamdulillah prakiraan awal musim hujan tahun ini ada ZOM yang tepat dan ada yang meleset 1-2 dasarian. Lihat EVALUASI HUJAN BULAN AGUSTUS 2009 PRAKIRAAN HUJAN BULAN OKTOBER 2009 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2009/2010 untuk prakiraan musim dari Staklim Banjarbaru (agak beda dari yang punya BMKG)

      Balas
  • 37. saia  |  November 25, 2009 pukul 10:54 am

    saya mau tanya pak. kalau suhu udara kira-kira datanya harian fluktuatif tidak ya. kan kalau hujan sangat fluktuatif sekali (acak) sehingga sulit diramalkan.
    kalau pengukurannya sendiri dilakukan saat pagi atau siang. soalnya suhu saat pagi, siang dan malam kan berbeda-beda.
    yg mana yg jd acuan data yg diambil tsb

    Balas
  • 38. keia  |  November 25, 2009 pukul 10:55 am

    saya mau tanya pak. kalau suhu udara kira-kira datanya harian fluktuatif tidak ya. kan kalau hujan sangat fluktuatif sekali (acak) sehingga sulit diramalkan.
    kalau pengukurannya sendiri dilakukan saat pagi atau siang. soalnya suhu saat pagi, siang dan malam kan berbeda-beda.
    yg mana yg jd acuan data yg diambil tsb

    Balas
    • 39. miftahulmunir  |  November 30, 2009 pukul 1:34 am

      Suhu harian cenderung berbentuk seperti sinus, tertinggi sesaat sesudah matahari di titik puncak dan terendah sesaat sesudah matahari terbit (kecuali ada pengaruh lain, misal hujan, awan, asap). Pengukuran pada jam synop (setiap jam), tetapi juga ada alat yang merekam suhu dengan periode lain, misal AWS (Automatic Weather Station) di tempat saya bisa disetting mengukur setiap 5 menit.

      Balas
  • 40. keia  |  November 30, 2009 pukul 11:53 am

    lalu bagaimana keakuratan dalam peramalan cuaca khususnya suhu udara, apakah tepat. yg diambil buat prakiraan itu suhu yg jam berapa ya pak.
    sebelumnya makasih infonya

    Balas
    • 41. miftahulmunir  |  Desember 2, 2009 pukul 4:44 am

      Kebetulan kami tidak pernah meramalkan suhu secara klimat (jangka panjang), untuk peramalan cuaca (jangka pendek) dilakukan oleh stasiun meteorologi. Tapi melihat variasinya yang cukup kecil, suhu udara lebih akurat diprakirakan. Kalo mengenai suhu, maka ada 3 macam yang penting yaitu suhu maksimum, suhu minimum, dan suhu rata-rata. Suhu rata-rata bisa didapat dengan merata-ratakan pengukuran 24 jam, atau yang lebih simpel dengan memakai rumus ((2 x T07+ T13 + T18)/4), dimana T07 adalah suhu pengukuran jam 7 waktu lokal, T13 dan T18 untuk pengukuran jam 13 dan jam 18.

      Semua biasanya dicatat dalam form F.KLIM 71.

      Balas
  • 42. keia  |  Desember 2, 2009 pukul 4:39 am

    di BMG untuk prakiraan suhu udara biasanya pake metode apa ya?

    Balas
    • 43. miftahulmunir  |  Desember 2, 2009 pukul 4:56 am

      Waduh mohon maaf, saya tidak tahu metode apa yang dipakai mereka. Saya bekerja di Klimatologi dan tidak melakukan prakiraan suhu udara. Fokus utama adalah hujan, karena untuk daerah tropis unsur cuaca yang sangat bervariasi adalah hujan. Suhu merupakan unsur yang bervariasi untuk daerah lintang tinggi. Itulah sebabnya disana ada musim dingin dan musim panas, sementara daerah tropis (lintang rendah) ada musim hujan dan musim kemarau.

      Balas
  • 44. miftahulmunir  |  Desember 2, 2009 pukul 5:03 am

    Saya menemukan link ini http://meteo.bmg.go.id/arsippdf/PRAKIRAAN%20JANGKA%20PENDEK.doc cukup mewakili untuk anda yang ingin membuat prakiraan cuaca (bukan iklim ya). Dibuat oleh Drs. Achmad Zakir AhMG , mantan dosen saya di AMG (http://www.amg.ac.id/). Saat menulis artikel itu beliau menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik BMG.

    Balas
  • 45. panji  |  Desember 2, 2009 pukul 11:27 am

    sebenarnya bagaimana sih teknik prakiraan musim itu. Dan teknik apa yg dipakai. Bs ga pake JST, crnya bgmn?

    Balas
    • 46. miftahulmunir  |  Januari 25, 2010 pukul 4:10 am

      Kalo musim bisa aja pake JST. Kan tiap beda daerah beda pula teknik yang lebih cocok, jadi anda bisa coba aja siapa tau cocok.

      Balas
  • 47. NN  |  Desember 5, 2009 pukul 11:18 pm

    Kira-kira data historis sahu udara, lama penyinaran matahari, kelembaban dan radiasi matahari ada tidak di staklim sini ya. Sekitar 10 tahun historis begitu. Kalo ada boleh tidak kita mendapatkannya dan bgm prosedurnya. Trima kasih

    Balas
    • 48. miftahulmunir  |  Januari 25, 2010 pukul 4:14 am

      ada kok mbak, datang aja dengan membawa surat pengantar dari dekan atau atasan mbak

      Balas
  • 49. NN  |  Desember 5, 2009 pukul 11:19 pm

    maksudnya suhu udara, lama penyinaran matahari, kelembaban udara dan radiasi matahari begitu

    Balas
  • 50. wulan  |  Januari 31, 2010 pukul 11:01 am

    buset apaan sih ni?????????????????????

    Balas
  • 51. Riki  |  Desember 8, 2011 pukul 8:13 pm

    Pak,metode prakiraan curah hujan dan debit secara statistik yang lain apa lagi ya?
    -terimakasih-

    Balas
  • 52. Yonda Almauzuli S (@Hepar_andha)  |  Juni 11, 2012 pukul 7:05 am

    mas untuk prediksi curah hujan yang lebih sederhana ada?

    kalau ada mohon contohnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Surabaya

Click for Surabaya Perak, Indonesia Forecast

Banjarmasin

Click for Banjarmasin, Indonesia Forecast

Balikpapan

suhu

Jakarta

Semarang

Denpasar

Kupang

Nang lain

  • Tak ada

klik

  • 61,107 klok

Top Rated

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker

%d blogger menyukai ini: