Bukan puting beliung, tetapi Downburst

April 20, 2009 at 3:40 am 4 komentar

Sebenarnya agak bingung ngasih judul posting ini, tapi mengingat seringnya kesalahpahaman masyarakat yang menyalahkan semua angin kencang sebagai angin puting beliung mungkin judul diatas agak cocok.

Perbedaan yang jelas terlihat mata adalah dampak dari kerusakan yang dihasilkan. Bila puting beliung (dan dalam skala yang lebih besar :Tornado) menghasilkan kerusakan yang berbentuk melingkar kearah dalam, seperti lingkaran obat nyamuk sehingga pohon yang tumbang karena puting beliung akan terlihat seperti dipulas, downburst menghasilkan kerusakan menyebar dari titik pusat.

kerusakan karena downburst mengarah lurus keluar titik pusat angin

kerusakan karena downburst mengarah lurus keluar titik pusat angin (sumber:NOAA).

Bandingkan dengan kerusakan dari puting beliung

kerusakan akibat puting beliung (sumber http://www.natuna.go.id/website/images/letung1.jpg)

kerusakan akibat puting beliung (sumber http://www.natuna.go.id/website/images/letung1.jpg).

Karena gerakannya yang memutar maka kerusakannya bisa menerbangkan atap tanpa menyentuh dinding bangunan.

—-

Seringkali downburst disalahtafsirkan dengan tornado/ puting beliung, hal ini karena kecepatannya bisa mencapai 150 km/jam.

Downburst adalah bentuk kuat dari subsidensi, sedangkan bentuk lemah subsidensi adalah downdraft.

Downburst tercipta oleh paket udara yang didinginkan oleh hujan, turun terhempas ke bumi, lalu menyebar kesemua arah menyebabkan angin kencang.

Jadi bentuk anginnya menyebar mengarah keluar dari titik pusatnya.

terjadinya downburst
Paket udara yang didinginkan hujan turun dari awan CB Semakin kebawah semakin cepat dan menghantam bumi dengan keras Angin menyebar dari titik hempasan kesegala penjuru

Walaupun jarang merusak, downburst terjadi lebih sering daripada tornado/ puting beliung. Karena ukurannya yang kecil dan waktu terjadi yang sangat pendek, sulit untuk mendeteksi dan memperingatkan adanya downburst.

Kategori:
– Macroburst-radius kerusakan 2.5 mil atau lebih
– Microburst-radius kerusakan kurang dari 2.5 mil

Entry filed under: iklim. Tags: , , , .

evaluasi curah hujan Maret 2009 dan prakiraan Mei 2009 di Kalimantan Selatan Subsidensi atmosfer

4 Komentar Add your own

  • 1. Subsidensi atmosfer « Miftahul Munir’s Weblog  |  April 22, 2009 pukul 1:31 am

    […] Bukan puting beliung, tetapi Downburst […]

    Balas
  • 2. jefri fernando  |  September 15, 2009 pukul 6:36 pm

    boz,, pengertian susidensi tu paan ya??

    Balas
    • 3. miftahulmunir  |  Oktober 5, 2009 pukul 2:27 am

      subsidensi adalah gerakan paket udara menuju bawah.
      Pengertian dalam meteorologi:
      https://miftahulmunir.wordpress.com/2009/04/22/subsidensi-atmosfer/
      http://www.answers.com/topic/subsidence

      untuk pengertian yang lebih umum:
      http://en.wikipedia.org/wiki/Subsidence

      Balas
  • 4. susi  |  September 28, 2009 pukul 12:25 am

    tu di artikel ada link-nya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Surabaya

Click for Surabaya Perak, Indonesia Forecast

Banjarmasin

Click for Banjarmasin, Indonesia Forecast

Balikpapan

suhu

Jakarta

Semarang

Denpasar

Kupang

Nang lain

  • Tak ada

klik

  • 61,056 klok

Top Rated

Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Checker

%d blogger menyukai ini: